Sabtu, 09 Desember 2017

MAKALAH BAHASA INDONESIA “STRUKTUR DAN SYARAT ALINEA”



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea  sendiri terdiri dari struktur alinea dan persyaratan alinea.  Jadi, tanpa memahami dan mengerti dalam menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan yang baik.

1.2     Rumusan  Masalah
Dari latar belakang tersebut ditemukan beberapa masalah anatara lain;
1.      Apa sajakah struktur alinea?
2.      Apa sajakah persyaratan alinea?

1.3  Tujuan Materi
Dari permasalahan tersebut materi ini memiliki tujuan, yakni;
1.      Mengetahui dan memahami struktur alinea?
2.      Mengetahui dan memahami persyaratan alinea?









BAB II
LANDASAN TEORI
2.1     Pengertian Alinea
Alinea atau paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

2.2     Struktur Alinea
Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun alinea pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu;
1.   Kalimat Utama.
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat utama adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
Ciri kalimat topik :
1)         Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut.
2)         Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
3)         Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
4)         Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi.

2.   Kalimat Penjelas.
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberi penjelasan tentang gagasan pokok.Kalimat penjelas harus senantiasa menjabarkan gagasan yang dinyatakan dalam kalimat topik.
Ciri kalimat pendukung/penjelas :
1)      Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
2)      Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea.
3)      Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kalimat transisi.
4)      Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik.
                                                    

2.3     Persyaratan alinea
Adapun syarat - syarat dari alinea yaitu :
1.      Kesatuan
Kesatuan paragraf berarti tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Kalimat- kalimat di dalam paragraph disusun bertalia (relevan) dengan gagasan pokok didalam kalimat topik. Tidak ada penjelasan yang saling bertentangan. Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.
Setiap Jumat seluruh PNS di Indonesia harus

2.      Koherensi atau Kesinambungan
Koherensi yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Untuk mencapai kesinambungan, perlu secara jelas mengembangkan gagasan dengan urutan logis (seperti kronologis, divisi gagasan atau perbandingan/pertentangan) dan menggunakan pemarkah transisisi yang tepat (seperti repitisi, konjungsi, atau penggunaan pronominal). Repetisi (pengulangan) dilakukan terhadap kata kunci, termasuk pengulangan dengan imbuhan sebagai penekanan. Kata atau frasa peralihan yang umum digunakan antara lain sebaliknya, sesudah itu, akan tetapi, maka, namun, oleh karena itu, dan oleh sebab itu. Kata ganti (pronominal) juga dapat digunakan, misalnya ia, dia, -nya, mereka, demikian, dan diatas.

3.      Kelengkapan
Alinea perlu dikembangkan dengan kalimat-kalimat penjelas yang menunjang gagasan pokok atau kalimat topik, jangan dikembangkan atau diperluas hanya dengan pengulangan-pengulangan gagasan pokok kalimat sebelumnya. Karena itu, penulis hendaknya menyampaikan informasi secara memadai dan lengkap agar pembaca betul-betul memahami maksud penulis.

4.      Keberurutan
Keberurutan berkaitan dengan bagaimana informasi ditulis sesuai dengan gaya penulisan. Pola umum yang digunakan untuk menjelaskan gagasan pokok paragraph adalah (a) umum ke khusus, (b) khusus ke umum, (c) keseluruhan ke bagian-bagian, (d) pertanyaan ke jawaban, (e) akibat ke sebab atau sebab ke akibat.

5.      Konsistensi Sudut Pandang
Cara penulis menmpatkan diri dalam tulisan disebut sudut pandang. Sekali mengunakan satu sudut pandang, penulis harus konsisten menggunakannya, tidak boleh berganti-ganti. Penulis dapat mengacu dirinya dengan sebutan penulis (ini), saya, kami,atau tidak menyebutkan acuan diri sama sekali.

2.4     Contoh alinea
1.      Contoh alinea dengan gagasan utama di awal
Komunikasi umumnya tampil dalam bentuknya yang informatif, edukatif dan persuasive. Maksudnya, komunikasi biasa digunakan orang untuk menyampaikan pesan, mendidik, atau mempengaruhi persepsi lawan bicara sehingga terbentuk sikap dan bahkan opini baru.

2.      Contoh alinea dengan gagasan utama di akhir
Orang tua, siapa pun dia,  janganlah menjajah anak. Sebaliknya anak patutlah selalu ingat hahwa sejahat-jahatnya orang tua, dia tidak akan sampai hati membunuh anak hanya karena haknya tidak dipenuhi oleh anak. Namun perlu sekali menyadari, bahwa orang tua selamanya menghendaki yang baik bagi anaknya, sekalipun harus diakui bahwa yang menurutnya baik itu, tidak selalu demikian menurut ukuran umum. Dengan demikian, yang perlu ialah bagaimana menciptakan cara terbaik untuk mencapai saling pengertian.

3.      Contoh alinea dengan gagasan utama di awal dan di akhir
Mencari dasar baru yang kekal, aman, dan pasti, bukan perkara kecil. Satu langkah ke depan dalam hal ini sulit sekali. Sebaliknya, satu langkah ke belakang yang tanpa kita sadari mudah sekali terjadi. Karena itu, sering kita terjebak langkah mundur dari sekarang. Itulah yang sedang kita alami.








BAB III
PENUTUP
3.1        Kesimpulan
Dari materi ini dapat diambil kesimpulan bahwa alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea mempuyai struktur yang berupa kalimat utama dan penjelas, serta  persyaratan alinea yang berupa kesatuan, koherensi, kelengkapan, keberurutan, konsistensi sudut pandang. Tanpa adanya semua itu, maka alinea akan menjadi alinea yang tidak sempurna.


















DAFTAR PUSTAKA
Sri Hapsari wijayanti, S.S., M.Hum. dkk, Bahasa Indonesia: Penulisan dan penyajian Karya Ilmiah, Jakarta:Raja Grafindo Persada, cet-1, 2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar